Sabtu, 06 Januari 2018

Kesaksian Kyung Ju Sun, Seorang Gadis Pelajar Korea Bertemu Dengan Yesus

Berita Terkini
Loading...
Dia (Yesus) berjalan ke arahku dan berkata, ' Kyung Ju, berapa lama lagi Aku akan terus menunggu. Berjalanlah bersamaKu. Ya, kamu kehilangan ayah duniawi-mu, tetapi Akulah Bapamu yang di sorga dan apa pun yang terjadi pada-mu dikarenakan Aku mencintaimu.'


Nama saya Kyung Ju Sun. Saya lahir di Pyong Yang, ibukota Korea Utara. Saya datang ke Korea Selatan pada tahun 2009. Saat ini saya berusia 18 tahun dan saya saat ini kelas 2 SMA. Saya satu-satunya anak dari keluarga yang berkecukupan. Ayah saya sebelumnya adalah seorang asisten dari Kim Jong-il yang merupakan pemimpin Korea Utara. Ketika saya berumur enam tahun, keluarga saya secara politis dianiaya oleh pemerintah Korea Utara. Sehingga kami melarikan diri ke China. Saat itu tahun 1998. Setelah kami ada di china salah satu saudara terkait membawa keluarga saya ke gereja.

Disana orang tua saya mengetahui Kasih luar biasa (Amazing Grace) dan kasih Allah. Hanya beberapa bulan kemudian saat ibu saya sedang mengandung anak keduanya meninggal karena leukemia. Di tengah-tengah tragedi keluarga ini ayahku mulai belajar Alkitab dengan misionaris dari Korea Selatan dan Amerika.

Itu merupakan keinginan yang kuat dari ayahku untuk menjadi seorang misionaris ke Korea Utara. Akan tetapi tiba-tiba pada tahun 2001 ia dilaporkan dan ditangkap oleh polisi China dan dikirim kembali ke Korea Utara di mana ia dijatuhi hukuman penjara. Dialah yang pertama kalinya meninggalkan diriku. Tapi tiga tahun dia menjalani penahanan hanya membuat ayahku lebih kuat. Dia berteriak kepada Tuhan lebih semangat daripada mengeluh dan menyalahkan Tuhan.

Ketika dia dibebaskan dari penjara ia kembali ke China. Kami bersatu kembali sebentar. Saat itulah ia mulai bersama-sama orang-orang memutuskan untuk kembali ke Korea Utara untuk berbagi pesan Kristus mengenai kehidupan dan harapan bagi orang-orang yang putus harapan kepada tanah airnya.

Dia tidak memilih ke Korea Selatan di mana ia bisa menikmati kebebasan beragama. Dia malah memilih untuk kembali ke Korea Utara untuk berbagi kasih Tuhan di daerah yang berbahaya. Hal itu menghancurkan hati saya setelah tahu bahwa pada tahun 2006 kegiatannya diketahui Pemerintah Korea Utara dan dia kembali dipenjarakan.

Sejak itu saya tidak mendengar lagi kabar dari ayah. Kemungkinan dia telah ditembak mati di depan umum atas tuduhan pengkhianatan dan spionase dan hal itu begitu sering terjadi, yaitu penganiayaan orang-orang Kristen di Korea Utara. Ketika ayahku ditangkap pertama kalinya tahun 2001 dan dipaksa meninggalkan saya dan kembali ke Korea Utara, saya belum menjadi seorang Kristen saat itu. Saat itulah saya diadopsi oleh seorang keluarga muda pendeta Cina. Mereka menunjukkan cinta, kasih dan kepedulian. Melalui mereka Tuhan melindungiku. Tapi pendeta dan istrinya harus pergi ke Amerika pada 2007. Tak lama setelah itu saya diberi kesempatan untuk pergi ke Korea Selatan. Itu sebabnya saya tetap berada di Cina, tinggal di kantor konsulat Korea Selatan di Beijing menunggu ke Korea Utara.

Pada suatu malam saya melihat Yesus dalam mimpi. Ada air mata pada kedua mataNya. Dia berjalan ke arahku dan berkata, ' Kyung Ju, berapa lama lagi Aku akan terus menunggu. Berjalanlah bersamaKu. Ya, kamu kehilangan ayah duniawi-mu, tetapi Akulah Bapamu yang di sorga dan apa pun yang terjadi pada-mu dikarenakan Aku mencintaimu.'

Setelah saya terbangun dari mimpi saya mendekat dan berdoa kepada Tuhan untuk pertama kalinya. Malam Itu saya menyadari bahwa saya punya Bapa yang mencintai dan peduli padaku dengan begitu besar. Yang mana Dia mengutus Anak-Nya Yesus untuk mati bagi saya.

Saya berdoa Tuhan Inilah saya. Saya meletakkan segala sesuatu dan memberikan hatiku, jiwaku, pikiranku dan kekuatanku. Silahkan mamakai saya sesuai kehendakMu. Tuhan telah membangkitkan kedalam hati saya kasih yang besar untuk Korea Utara.

Seperti yang ayah saya lakukan bagi Kerajaan Tuhan. Sekarang saya berkeinginan untuk taat kepada Tuhan. Saya ingin membawa kasih Yesus ke Korea Utara. Aku melihat kembali kehidupan singkat saya dan saya mencari tangan Tuhan dimanapun saya berada. Enam tahun di Korea Utara dan 11 tahun di China. Dan saat berada di sini, di Korea Selatan.

Lihat videonya di sini:


0 komentar:

Posting Komentar