Selasa, 24 Oktober 2017

Kesaksian Amelia Putri dari Gresik, Bertemu Dengan Yesus Di Dalam Mimpi..

Berita Terkini
Loading...
Shalom semuanya, Tuhan Yesus memberkati Anda dan keluarga selalu…


Saya mau bersaksi tentang pengalaman pribadi saya bersama Tuhan Yesus. Baiklah saya terlahir dari keluarga islam dan miskin,  saya sangat rajin sekali ibadah (sholat 5 waktu, ngaji Al-Qur’an di masjid).

Suatu hari (jaman dulu waktu saya kelas 6 SD)  tergeraklah hati  saya untuk membaca Al-Kitab saya nggak paham betul tentang siapa Kristus itu, saya ikuti cara ibadah orang kristen (awalnya saya mengenal kristen katolik tetapi saya nggak ikut ke gereja).

Saat itu saya berdoa, dan ketahuan oleh guru saya (masih waktu SD kelas 6), dengan paksa guru saya meminta saya kembali ke agama islam dan mengecek HP saya lalu menghapus aplikasi Al-Kitab itu,  nah…  Saat itu saya menangis  seperti ada yang memisahkan saya. Jujur saya merasa damai  ketika saya membaca Al-Kitab, namun seiring bertambahnya waktu saya lulus dan memasuki SMP, (saat ini dimana saya merasa kesepian, saya ingat saat membaca Al-Kitab disitu saya merasa nyaman).

Namun  waktu itu  berlangsung singkat,  saya  bertemu dengan Yesus melalui mimpi disaat saya kelas 8 SMP. Saya  akan bercerita  tentang itu Sepulang sekolah saya merasa galau, karena saya di bully sama teman-teman saya. “Amel pacarnya  Lee Min Ho,  rakjel mana mungkin bisa jadi dokter spesialis bedah dan kuliah di Korea Selatan,  HUH!  Mimpi saja sana” (oh ya…  Nama asli saya Amelia Putri,  dan setelah saya ikut Tuhan Yesus,  Tuhanlah yang memberi saya nama  Alexandra Nathaniel Magdalena untuk nama babtis saya, maklum saya belum dibaptis).

Jujur sebenarnya saya kesal dengan hal itu,  kenapa apakah aku ini  nggak bisa?  Cuma bisa ngekhayal?  Dan pertanyaan itu  memenuhi pikiran saya,  sampai saat dimana bel pulang sekolah berbunyi,  saya masih sedih  karena  masih mengingat ingat pembullyan tadi.  Saya dibully temen itu  juga sampe  di dorong hingga jatuh ke selokan (kebetulan ada selokan di depan kelas buat mencegah banjir)  ketika pulang itu  saya menangis karena baju saya kotor (itu saya pakai baju biru putih). Semua wali murid,  temen temen,  dan guru guru juga  nggak peduli  sama saya.  Hingga saat pulang  saya  menutup pintu kamar saya,  disitu  saya menagis  sambil berharap  ” kok nggak aku saja yang mati gitu?  Percuma hidup,  hidup cuma kayak dibantai saja,  aku menyerah…. “. Lalu disela-sela tangisan saya,  ada  roh yang menggerakkan saya untuk berbaring dan tidur di  kasur saya.

Spontan saya tertidur pulas,  saat tidur dan bermimpi, saya terbangun dan  melihat matahari, semua itu bagaikan gurun.  Lalu seseorang laki-laki  mengulurkan tangannya  kepada saya (bukan Tuhan Yesus  dan bukan murid-Nya) dia berkata  ” sedang apa kau nak?  Kenapa kau berbaring disini?  Apa kau tersesat? ” katanya dengan ramah.

Lalu saya  menerima uluran tangan itu, dan bangkit berdiri. Ya…  Spontan saya menjawab “aku tersesat dan aku tak tahu arah di daerah sini, oh ya…  Aku berada dimana  ?” namun  jawaban saya tidak terjawab dan orang itu membawa saya menuju kota dan disitu ramai sekali, lalu  orang itu menghilang setelah kerumunan orang berlari mendahului saya. Saya terjatuh dan  berteriak “Saya dimana? Aku dimana? Seseorang siapapun tolong aku… ” Namun orang orang berbicara dalam bahasa yang tak saya  kenali.

Lalu di saat yang sama saya melihat Kristus dengan jubah yang bersimbah darah serta mahkota duri tertancap di kepalanya.  Dia berjalan dengan para pengawal  (bukan malaikat),  lalu entah dalam hati saya  berfikir “itu pasti sakit,  aku tahu  aku pernah mengenalnya,  aku pernah membacanya, bukankah Dia Yesus? ” pikiran saya kacau,  lalu  ketika pengawal itu pergi meninggalkan Yesus untuk menyiapkan salib, entah roh atau kenapa saya pun mendekat dan berbicara dengan-Nya.

“Sepertinya aku mengenal-Mu, Tuhan , tetapi aku tidak mengingatnya, rasanya ada banyak sekali orang dan kuasa jahat memisahkan kita sebelumnya”

Lalu Tuhan  menjawab ” nak,  Aku mengenalmu bahkan sebelum kau ada,  Aku tahu segalanya tentang dirimu”

Lalu saya kembali melihat Tuhan Yesus  yang jubahnya bersimbah darah  dan seketika itu saya menagis  ” Tuhan  jika boleh aku bertanya, hiks….  Tuhan kenapa? Kenapa Jubah Tuhan bersimbah darah? dan kenapa Tuhan berdarah seperti  itu?  Apa  Tuhan habis dicambuk sama mereka?  Tuhan  hiks… Hiks… aku gantiin ya…  aku tahu kalau  Tuhan menahan sakitnya itu”

Dengan tulus Tuhan menjawab saya  “nak…,  kenapa kamu menagis? sudahlah Aku tidak apa-apa nak,  kenapa kamu disini,  mari sana pulanglah dan sampaikan kepada mereka akan injil”

Saya menjawab  (waktu itu saya masih menangis)  “tapi Tuhan…  ini nggak adil aku berdosa banget,  biarkan aku saja boleh kan Tuhan? ”

Lalu Tuhan menjawab lagi 
“nak,  sudahlah…  ayo sana pulanglah dan bersembunyilah,  Aku tak mau anak-Ku dalam bahaya,  sudah ya…, nak kamu punya harapan mengapa kamu seperti itu?  Oke nak,  setelah sampai rumah nanti baca injil Matius pasal 24 ayat  ke 4 ya… ” Tuhan belum melanjutkan kata-katanya, dan saya masih menagis . Pengawal pun datang dan menarik Tuhan Yesus  untuk memikul salib, disitu saya menagis  dan merasa bersalah sekali  dalam hati saya, saya berkata  “oh Tuhan…  aku tahu itu pasti sakit banget,  dan aku tahu bahwa Tuhan menahan sakit itu untuk aku” saya menangis tersedu sedu. Lalu semua itu menjadi gelap  dan saya menemukan saya terbaring lemas di kasur saya,  tentu saja ini adalah kamar saya sendiri…  Lalu saya meraih ponsel saya  dan menyalakan WI-FI untuk langsung  mendownload app Al-Kitab,  saya terkejut ! Ternyata isi dari  injil Matius pasal 24 ayat ke 4  yang dikatakan Tuhan berisi :
Mat 24:4

Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”

Air mata saya menetes dan membaca kitab matius pasal 24 dan pasal 25 secara keseluruhan, kemudian  saya  ikut persekutuan GBI (gereja protestan, entah mengapa roh dalam tubuh saya mengarahkan pada gereja tersebut) mereka menerima saya  dan pak pendeta mengartikan kesaksian saya pak pendeta berkata  “Tuhan mau datang ke dunia,  bersyukurlah kau dek,  sbab kau dipilih untuk diselamatkan, karna kau istimewa Tuhan yang memilihmu langsung,  kami saja iri denganmu dek,  kamu hebat kecil kecil sudah berani memilih jalan yg benar, dek…  ikut Kristus itu nggak gampang banyak banget ujiannya,  tapi  kamu nggak boleh nyerah, percayalah Tuhan punya rencana itulah mengapa kau  dipilih oleh-Nya,  karna Dia ingin kau diselamatkan pada hari akhir dan Dia janjikan masa depan untukmu nantinya, itulah mengapa saat  kamu  di bully, Tuhan melihatmu dengan penuh belas kasihan. Kamu juga harus percaya bahwa 1 orang diselamatkan maka seluruh isi rumah diselamatkan”

Waktu pun berputar cepat,  orang tua saya tidak menerima saya,  dan bahkan saya mau diusir dari rumah.  Tetapi mujizat Tuhan Yesus itu luar biasa,  papa dan mama saya sekarang menerima saya masuk kristen walaupun mereka masih percaya sama agama islam namun mereka tidak memaksa kekehendak saya dalam memilih agama, saya bersyukur  sekali kepada Tuhan

“Terima kasih Tuhan,  sekarang aku bisa melayani Engkau, mencari kebenaran, mencari kebebasan bersama dengan Yesus”  walau banyak rintangan untuk mendapatkan mahkota di surga,  saya akan tetap setia melayani Tuhan.  Walaupun saat ini saya dipaksa masuk islam lagi  (pura pura saja,  sebab saya ketahuan berdoa dan saat itu saya dilawat Roh Kudus  juga ketahuan masuk gereja), saya nggak akan tinggalin Yesus karna ku tahu Tuhan teramat baik bagiku..  Walau saat ini kelas 9 saya ikut pelajaran agama islam disekolah…  Aku tetap pilih Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat! Aku nggak mau Tuhan lain cuma Yesus Kristus yang saya mau.

Demikian kesaksian saya,  semoga memberkati bagi siapapun yang membacanya. Ini adalah real dari kesaksian saya…

Inilah kabar injil itu,  Tuhan mau datang. Dia punya rencana yang indah buat  Saudara dan saya, Dia Tuhan yang baik.


GBU always…

0 komentar:

Posting Komentar