Friday, December 9, 2016

TERUNGKAPNYA RAHASIA TERBESAR DI BALIK TSUNAMI ACEH 2004 "SETIAP BANGSA YANG MENGUSIR AKU DAN NAMAKU DARI NEGERI MEREKA, TIDAK AKAN LUPUT DARI MURKAKU YANG MENYALA-NYALA".

alisia nathania


Shalom
Salam sejahtera dalam kasih yesus

Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh 2004

Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini.

Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya. Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.

Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain.

Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.

Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dasyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.


Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.

“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu.

Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas.

Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang kristen itu untuk tidak merayakan Natal.

Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata: “Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami.

Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”

Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata: “Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”

Tetapi orang-orang kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota.

Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”

Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua.

Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar.

Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal. Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya.

Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu. Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur.

Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu Yesus datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata: “Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala.

Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”

Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”.

Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu.

Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.

Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Begitulah intisari cerita tante saya itu. Saya termangu-mangu, teringat pada peristiwa kebinasaan kota Sodom dan Gomora dimana Tuhan juga menyuruh semua orang percaya (keluarga Lot) keluar dari kota itu sebelum bencana itu terjadi.

Lalu saya tanya beliau dari mana tahu cerita itu. Tante saya mengatakan bahwa pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.

Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.

Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.


Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.

Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.

Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!

Haleluyah!!


Sumber : http://kisahnyatadankesaksiankristen.blogspot.co.id/

22 komentar:

  1. Amin sungguh indah kuasamu Tuhan, engkau maha memelihara dan melindungi. Dengan cara mu engkau bekerja. Trima kasih Tuhan

    ReplyDelete
  2. Amin .. sungguh besar kuasa-Mu Tuhan.. :-)
    Engkau Allah yang Setia dan Sangat Mengasihi kami hamba-hamba-Mu :-)

    ReplyDelete
  3. Hallelujah ingat peristiwa gempah yg berkekuatan 6.5 sr ini mengingatkan kita sewaktu Benteng kota dirubuhkan hanya dgn kekuatan doa .tdk ada yg mustahil bagi Jesus Tuhan kita.

    ReplyDelete
  4. sungguh luar biasa mujizat mu tuhan yesus

    ReplyDelete
  5. Bro ... sory ya... tapi cerita dalam artikel ini hoax (tidak benar) saya sendiri tinggal di aceh sejak tahun 1996 dan mengalami Tsunami, tapi tidak pernah dengar ttg kejadian di Meulaboh, jadi itu adalah cerita bohong, sebaiknya tdk usah disebarkan lagi sebab tdk ada kebenaran di dalam nya, dan yg jelas sebelum Tsunami orang GAM masih belum berdamai dengan pemerintah, jadi sungguh sangat mustahil orang/jemaat gereja mau merayakan Natal di hutan, karena saat itu situasi masih sangat rawan konflik (tdk aman). Dan sampai sekarang saya masih tinggal di Aceh ndak pernah dengar berita ini, sekalipun dari gerja, orang kristen atau orang melaboh, jadi sekali lagi saya mau pastikan kalau cerita ini tdk benar (berita hoax). GBU ALL.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atau mungkin komentar anda yg gk benar..

      Delete
  6. Besar kuasaMu Tuhan..amin
    Tak seorangpun sanggup melawan Engkau...

    ReplyDelete
  7. Lalu yag sekarang mengingat bagaimana mereka membakar gereja di aceh.

    ReplyDelete
  8. Saya punya saudara seorang tentara yang menjadi saksi hidup memang benar mereka di usir oleh orang Aceh untuk Natal di Hutan di bebukitan, hingga terjadi peristiwa TSUNAMI tgl 26 Desember 2004 yang lalu, dan ini fakta, bukan bohongan seperti yang di katakan oleh Denny Lonteng itu. Begitulah kalau Tuhan murka, maka malapetakalah akan terjadi bagi orang - orang yang membencinya.

    ReplyDelete
  9. TERPUJILAH Tuhan Yesus Kristus. KebenarAn itu akan dinyatakan walau banyak yang akan menolak dan menyangkalnya. Aku mengakui Kedasyatan Tuhan dan kemuliaan Nya akan semakin dinyatakan.

    ReplyDelete
  10. Emang beritu luput dari media..tapi salah satu teman saya sdh mengatakab itu .bibinya tinggal di aceh sebelum ada berita ini saya sdh tau duluan.bagi yang percaya puji Tuhan.Tuhan Yesus tetap bersama umat..nya..

    ReplyDelete
  11. Emang beritu luput dari media..tapi salah satu teman saya sdh mengatakab itu .bibinya tinggal di aceh sebelum ada berita ini saya sdh tau duluan.bagi yang percaya puji Tuhan.Tuhan Yesus tetap bersama umat..nya..

    ReplyDelete
  12. Kesaksian paling menyedihkan ketika dari RCTI ketika besok Pagi itu Pemerintah menuduh Tentara Singapore & Amerika menculik anak2 yg Siang hari itu masih ada didalam Mesjid ber-sama2, ternyata menjelang Sore harix mereka lari keluar Mesjid ikut Orang Tuax yg ada di Hutan & Gunung2. Anak2 ini rata2 sudah ditangkap sekitar 2 Minggu seblm kejadian Tsunami diatas. Mereka umumnya anak2 dari Denominasi Gereja2 dlm kelompok kecil. EMail para Alm. sekitar 9 orang Penginjil digorok habis & Darahx tercurah di Mulaboh antara Tgl 8 sampai dgn 13 Des. 2004. Saya mmg bukan dari Denominasi mereka, tetapi Penginjil2 itu adalah saya Kenal...Amen.

    ReplyDelete
  13. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN YESUS

    ReplyDelete
  14. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN YESUS

    ReplyDelete
  15. Allah SWT memberikan ujian kepada umatnya agar supaya umatnya mengambil hikmah atas ujian itu, apa hikmah dr gema aceh?, setelah gempa tsunami di aceh perdamaian antara GAM dan pemerintah RI tercipta. Jadi gempa di Aceh bukan krn mayoritas masyrakat aceh tidak menyembah Nabi Isa As yg anda sebut tuhan Yesus.

    ReplyDelete